Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Adsorben Terhadap Karakteristik Fisikokimia Minyak Ikan Dari Hasil Samping Industri Pengalengan Tuna Madidihang (Thunnus Albacares)

I Gusti Ayu Budiadnyani

Abstract


Penelitian ini mengkaji pemberian jenis dengan konsentrasi adsorben yang berbeda pada pemucatan minyak
hasil samping yang berasal dari industri pengalengan ikan tuna. Penelitian didesain menggunakan rancangan
acak lengkap 2 faktorial yaitu jenis adsorben (Bentonit, zeolit dan arang aktif) dan konsentrasi adsorben (5%,
10% dan 15%). Parameter yang dianalisis yaitu tingkat kecerahan (Nilai L), asam lemak bebas (ALB) dan
bilangan peroksida. Analisis komposisi asam lemak dillakukan pada minyak ikan dengan perlakuan terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan penggunaan bentonit, zeolit dan arang aktif pada berbagai
tingkatan konsentasi dimasing-masing adsorben mampu untuk meningkatkan kualitas minyak, interaksi
antara jenis dengan konsentrasi adsorben memberikan pengaruh nyata pada tingkat kecerahan (Nilai L) dan
jumlah bilangan peroksida minyak ikan hasil pemucatan, dan tidak berpengaruh nyata pada kadar asam
lemak bebas (ALB). Perlakuan terbaik pada minyak ikan hasil pemurnian MHS pengalengan adalah dengan
adsorben zeolit konsentrasi 15%, memiliki rerata nilai L* 37.08, kadar ALB yaitu 0.13% (oleat), dan
bilangan peroksida 2.44 meq/kg. Komposisi asam lemak dari minyak hasil samping pengalengan yaitu SFA
sebesar 37.85, MUFA 31.77, PUFA yaitu 30.38 dan total asam lemak tak jenuh (MUFA + PUFA) yaitu
62.15. Oleh karena itu minyak ikan dari hasil samping pengalengan tuna yang dimurnikan dapat dianggap
sebagai sumber asam lemak tak jenuh (PUFA) terutama EPA dan DHA.


Kata Kunci : Pemucatan, adsorben, minyak ikan tuna, PUFA.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.