EPIDEMIOLOGI KASUS BEDAH PLASTIK DI RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBHU BANGKALAN, PENELITIAN RETROSPEKTIF DUA TAHUN

Nova Primadina Primadina

Abstract


RSUD Bangkalan merupakan rumah sakit tipe B rujukan se-pulau Madura, tetapi belum
pernah ada pelayanan spesialis Bedah Plastik sebelum tahun 2015 Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui data epidemiologi kasus Bedah Plastik yang di terapi di RSUD Syarifah Ambami Rato
Ebhu Bangkalan Madura dalam dua tahun ini. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif
observasional dengan sampel seluruh populasi pasien rawat jalan dan rawat inap yang ditangani
oleh Spesialis Bedah Plastik dalam kurun waktu dua tahun. Data kasus Bedah Plastik yang berhasil
dikumpulkan menunjukkan peningkatan pasien sebanyak 34,1% dari 129 pasien di tahun 2015
menjadi 173 pasien di tahun 2016, kasus operatif mengalami kenaikan signifikan sebesar 130%
dari 23 kasus di tahun 2015 menjadi 53 kasus di tahun 2016, dan kasus non-operatif mengalami
kenaikan sebesar 13,2% dari 106 kasus menjadi 120 kasus dengan rincian lima kasus terbanyak
yang ditangani oleh spesialis bedah plastik adalah luka kronik dengan total 72 kasus mengalami
kenaikan 127% di tahun ke-2, luka bakar dengan total 35 kasus mengalami kenaikan 18,75% di
tahun ke-2, vulnus appertum sebanyak 31 kasus mengalami kenaikan 38,46% di tahun ke-2, keloid
sebanyak 25 kasus mengalami kenaikan 50% di tahun ke-2, dan basalioma dengan total 23 kasus,
mengalami penurunan 35,7% di tahun ke-2 setelah diadakan penyuluhan. Kasus dan jumlah pasien
Bedah Plastik mengalami peningkatan sejak diadakannya layanan Bedah Plastik di RSUD Bangkalan,
namun sayangnya pelayanan ini diskontinu di awal tahun 2017. Oleh karena itu sebaiknya diadakan
kegiatan wajib kerja dokter spesialis secara berkesinambungan di RSUD Bangkalan Madura, sekaligus mendukung Perpres No.04 Tahun 2017 guna membantu efisiensi dan efektivitas masyarakat Madura
yang membutuhkan layanan spesialis bedah plastik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.