PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH DAN PEMERIKSAAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DUSUN GEBANG DESA GISIK CEMANDI, SEDATI SIDOARJO

Wiwik Afridah, Muslikha Nourma, Friska Ayu

Abstract


Masyarakat Dusun Gebang Desa Gisik Cemandi, Sedati Sidoarjo yang sebagian besar mata pencaharian
penduduknya nelayan, kebersihan lingkungan kurang mendapat perhatian dan pengolahan sampah di desa
tersebut masih belum memadai, sehingga kondisi lingkungannya tidak begitu bersih. Selain itu masih
banyak ditemukan genangan air yang dapat memicu timbulnya jentik nyamuk dan berisiko terjadi DHF. Hal
ini menyebabkan masyarakat tersebut mendapatkan perhatian khusus. Pencegahan dan pengendalian dengue,
strategi global untuk operasionalitas kegiatan pengendalian vektor dikembangkan berdasarkan komponen
utama seperti, tindakan pengendalian nyamuk yang selektif terpadu dengan partisipasi masyarakat dan kerja
sama antar sektor, persiapan kedaruratan, dll. Salah satu penopang utama dalam strategi global adalah
peningkatan surveilans yang aktif dan didasarkan pada pemeriksaaan laboratorium yang akurat terhadap
DF/DHF dan vektornya. Agar berjalan lancar, setiap negara endemik harus memasukkan penyakit DHF
menjadi salah satu jenis penyakit yang harus dilaporkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini. Dari 71 rumah
responden yang dilakukan pemeriksaan jentik pada hari Sabtu 30 April 2016,terdapat 52 rumah yang positif
ditemukan jentikjentik nyamuk di dalam bak mandinya. Setelah dilakukan penyuluhan dihari yang sama saat
pemeriksaan jentik, selanjutnya pada hari Sabtu 7 Mei 2016 dilakukan pemeriksaan jentik lagi untuk melihat
dampak dari penyuluhan yang diberikan, setelah dilakukan pemeriksaan lagi dari 71 rumah responden, yang
positif ditemukan jentik sebanyak 23 rumah. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan dari
penyuluhan yang dilakukan yakni sekitar 67,6%.Kondisi sosial ekonomi di desa Gisik Cemandi masih
rendah, karena sebagian besar penduduk bermatapencaharian nelayan dan petani, oleh sebab itu kondisi
lingkungan rumahnya juga masih tidak terurus, belum adanya fasilitas pembuang sampah dari pemerintah
setempat sehingga para warga juga belum memiliki tempat pembuangan sampah.
Kata Kunci: Electromagnetic; Energy transfer; Receiver; Transceiver; Wireless (please list here max. 5
keywords in alphabetical order)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.